Agar Keluarga Paroki Santo Kristoforus Tetap ”Bergizi”

December 11, 2012 Leave a comment

DSC03539DSC_6909DSC_6735DSC_6940DSC03511DSC03552DSC03548Setelah disibukan 2009-2012 dengan pembangunan fisik Gereja Stasi St. Polikarpus dan Kantor Karya Pastoral baru, kini umat Paroki St. Kristoforus sibuk bergerak pada pembangunan rohani melalui Alkitab Tulis Tangan (ATT) Deuterokanonika bertema ”Sabda Hidup dalam Keluarga”, yang peluncuran penulisan perdananya  dilakukakan di Royal Jade, Season City (1/11).

Penulisan perdana merupakan momentum konsolidasi seluruh elemen umat. ”15 penulis perdana merupakan keanekaragaman umat Paroki St. Kristoforus di Keuskupan Agung Jakarta,”  kata Ketua Umum Panitia Alkitab Tulis Tangan Adharta Ongkosaputra.

15  penulis perdana terdiri dari : tiga tamu kehormatan, yaitu Uskup Manado Mgr. Suwatan MSC, Sekretaris Provinsi MSC Indonesia Pastor Johanis Mangkey MSC dan Sekretaris Jenderal Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) Duta Pranawa; dua Pastor Paroki St. Kristoforus, yaitu  Antonius Heru Jati Wahyuno MSC dan Melky Tore MSC;  satu tokoh Paroki St. Kristoforus, yaitu Stefanus Gunadi; empat orang Dewan Paroki Harian (DPH), yaitu Dionisius Beno Yasin,  Bonifasius Goana, Johanes Davis, dan Felicianus Ridwan; empat perwakilan organisasi di KAJ, yaitu Suster Ludo PBHK, Ign. Harry Sandjaja (FMKI), Hidajat Tjokrodjojo (PUKAT KAJ) dan Lucia Soetanto (Sekolah St. Lucia) ; satu pastor tamu dari Sumba, yaitu Efrem Zuba CSsR.

Alkitab Tulis Tangan menjadi kegiatan pertama bagi umat Katolik Indonesia, tapi umat Kristen sudah melakukannya dua kali.  Sedangkan Alkitab Tulis Tangan Deuterokanonika adalah pertama kali untuk Katolik dan Kristen, sehingga kegiatan ini merupakan kegiatan ekumenis bersama lantaran ada kerja sama operasi.  ”Kegiatan Alkitab Tulis Tangan Deuterokanonika kiranya menjadi kesempatan memperluas aktivitas persaudaraan bersama ke depan,” ujar Sekretaris Jenderal LAI Duta Pranowo. ”Aktivitas ATT ini sekaligus akan memberikan wawasan istimewa tentang Kitab Suci kepada semua orang yang terlibat.  Mereka pun akan mendapat semangat terbarukan  untuk penghayatan imannya di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Uskup Manado Mgr. Suwatan MSC sungguh gembira dengan aktivitas ATT sebab ini menjadi sarana pewartaan yang efektif agar Kitab Suci sungguh menjadi fondasi dalam kehidupan keluarga kristiani. ”Keterlibatan keluarga dalam penulisan Kitab Suci pasti membawa suka cita dan penyelamatan khusus bagi keluarga itu,” kata Mgr. Suwatan saat memberikan kata sambutan singkat.

Pastor Heru Jati Wahyuno MSC memberikan apresiasi terhadap aktivitas ATT ini karena aktivitas ini berdampak pada kebangkitan hidup menggereja dari umat dan untuk umat.  ”Marilah kita mengajak semua orang di sekitar kita untuk berpartisipasi dalam aktivitas ATT ini sebab melalui ATT ini kita bisa membangun komunikasi iman dan persaudaraan dengan para tetangga dan keluarga di sekitar kita,” kata Ketua Umum Dewan Paroki Pleno (DPP) St. Kristoforus itu bersemangat.

Ketua Umum Adharta Ongkosaputra, saat proses penulisan perdana, memberikan arahan dasar sebagai berikut :  Pertama, kita menulis ayat-ayat Kitab Suci dalam suasana doa, hening dan khidmat. Kedua, penulisan ayat-ayat itu tidak boleh ada kesalahan, sebab kesalahan satu orang bisa merepotkan para penulis ayat-ayat sebelumnya. Ketiga, para penulis hendaknya menghafal ayat-ayat yang ditulisnya sehingga ayat-ayat itu menjadi berkat buat dirinya sendiri, keluarganya dan sahabat-sahabatnya.

Acara peluncuran ini dihadiri oleh 120 orang dari unsur Dewan Paroki Pleno St. Kristoforus, tim sukarelawan dari LAI dan para undangan lainnya yang berasal dari luar daerah (Adharta/Liana/Lelo Yosep)

Categories: Uncategorized

Raker DPP 2013 : Kunjungan Persaudaraan

November 19, 2012 Leave a comment

This slideshow requires JavaScript.

Rapat Kerja Dewan Paroki Pleno (DPP) 2013 Santo Kristoforus di Puri Avia, Cipayung (10-11/11) salah satunya memutuskan kunjungan persaudaraan sebagai program unggulan 2013. Program ini sejalan dengan Arah Dasar Pastoral KAJ 2013 : Persaudaraan Sejati.

Kunjungan persaudaraan ini berupa kunjungan Dewan Paroki Harian (DPH) ke pengurus di semua lingkungan dan kunjungan para pengurus lingkungan ke keluarga-keluarga pasif di lingkungannya masing-masing. Kebijakan strategis dari Dewan Paroki (DP) ini bertujuan memberdayakan umat di teritorial. Langkah pastoral ini dipandang lebih efisien dan efektif untuk menyapa keluarga-keluarga itu.

“Saat ini, keputusan mengenai kunjungan persaudaraan itu memang akan menyita waktu anggota DPH sekaligus memberatkan jadual dan aktivitas para pengurus lingkungan.  Kita membuat pilihan ini agar menyentuh setiap keluarga Katolik di Paroki Santo Kristoforus. Nantinya, pada setiap rapat Dewan Paroki Inti (DPI), kita coba mengkaji ulang dampaknya, laporan pengurus lingkungan dan sasaran Ardaspas,” kata Pastor Agustinus Soplanit, MSC selaku perumus.

Spekulasi beredar luas bahwa para pengurus lingkungan kekurangan inisiatif bagaimana mengaktifkan sesamanya agar berpartisipasi dalam aktivitas lingkungan. Kegiatan-kegiatan rutin seperti pendalaman iman, pendalaman kitab suci, latihan koor, dan arisan di lingkungan nampaknya sulit mendongkrak semua keluarga untuk ikut serta dalam persaudaraan komunitas lingkungan. Hal ini terbaca dari prosentase kehadiran warga dalam aktivitas-aktivitas itu, yang berkisar antara 10-20 persen dari total warga lingkungan.

Meskipun demikian, Pastor Agus  menegaskan pengurus lingkungan saat ini tak boleh dipandang belum melayani maksimal.  “Kita tetap menghargai jerih payah dan pelayanan tanpa pamrih para pengurus lingkungan sejauh ini,” katanya.

Indikator keberhasilan program unggulan ini tahun 2013 nanti adalah persentasi kehadiran keluarga-keluarga pada aktivitas lingkungan.

Sedangkan, target pencapaian 2013 adalah kehadiran warga dalam berbagai aktivitas lingkungan rata-rata 30-50 persen. ”Paroki St. Kristoforus memiliki 85 lingkungan. Kalau setiap lingkungan katakanlah mengunjungi 10 keluarga saja, maka tahun  2013 Paroki Santo Kristoforus mengaktifkan 850 keluarga. Jadi, misi kunjungan ke keluarga ini ibarat ”mutiara-mutiara” hilang yang ditemukan kembali,” lanjut Pastor Agus sumringah. (Lelo Yosep)

Batu Pertama Gedung Karya Pastoral Gereja Kristoforus KAJ

August 28, 2011 Leave a comment

This slideshow requires JavaScript.

Pemberkatan dan peletakan batu pertama Pembangunan Gedung Karya Pastoral (GKP) baru Gereja Kristoforus KAJ dilakukan oleh Pastor Kepala Paroki Santo Kristoforus Yohanes Purwanta, MSC hari Minggu (28/08/2011). Acara ini dihadiri anggota PGDP/Dewan Harian dan Panita Pembangunan Gedung Karya Pastoral (PPGKP), yaitu Dionisius Beno Yasin (Wakil Ketua Dewan Paroki dan Penasehat PPGKP), Felicianus Ridwan Tjahjawidya (Koordinator Bidang Teritorial dan Pemimpin Proyek PPGKP),  Rachman Djumhana (Pemimpin Proyek PPGKP) Stefanus Hendra Gunawan Hasan (Koordinator Bidang Sarana Prasarana dan Koordinator Sipil PPGKP), Agus Hendrosusanto (Ketua Tim Dana PPGKP), dan Johanes Davis (Koordinator Bidang Persekutuan).

Sejumlah Koordinator Wilayah juga hadir dalam acara sederhana itu seperti Koordinator Wilayah Tanjung Duren A/Santo Nikolaus F.P. Didi Haryanto, Koordinator Wilayah Jelambar II Timur/Santa Maria Margaretha Alocoque, Koordinator Wilayah Polri A/Santo Klemens.

Pemberkatan dan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Karya Pastora ini, menurut Pastor Purwanta, MSC, bertepatan dengan peringatan St. Agustinus, seorang uskup dan pujangga Gereja. “Semoga doa Santo Agustinus menyertai semua hadiran dan seluruh umat yang berpartisipasi dalam proses pembangunan GKP ini,”ujar Pastor Purwanta, MSC, dalam sambutan singkatnya.

Usai upacara, para hadirin saling bersalaman untuk memberikan dukungan khusus kepada PPGKP. (Lelo Yosep L.)

Lingkungan Keluarga Kudus dan Lions Club Tomang Sejati Gelar Pasar Murah Ramadhan 2011

August 16, 2011 Leave a comment

This slideshow requires JavaScript.

Lingkungan Keluarga Kudus dan Lions Club Tomang Sejati mengadakan pasar murah Ramadhan bertempat di Jalan Hemat I/17, Jelambar, Jakarta Barat.  Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu dibuka  bersama oleh Wali Kota Jakarta Barat Drs. M. Burhannudin, MM dan Pastor Kepala Paroki Santi Kristoforus Yohanes Purwanta, MSC, Sabtu (13/8/2011) pagi. Lurah Jelambar Rano Rahmat Efendi juga mengikuti acara pasar murah itu. Tampak pula Wakil Ketua Dewan Paroki Santo Kristoforus Dionisus Beno Yasin. “Kepedulian khusus ini menciptakan kegembiraan bersama karena sifatnya yang lintas suku, agama, ras dan golongan,’ ujar Burhannudin, yang tampak akrab dengan seluruh anggota panita dan pengunjung. Sementara. Lurah Jelambar Rano Rahmat Efendi menilai pasar murah ini lebih spesial. “Pasar murah Lingkungan Keluarga Kudus dan Lions Club Tomang Sejati ini termasuk istimewa lantaran pengunjungnya berlimpah sedangkan barang-barangnya heterogen,” ujar Rano dengan sumringah.

“Seluruh warga Lingkungan Keluarga Kudus telah bekerja dengan penuh dedikasi selama berminggu-minggu untuk menyortir barang-barang bekas sumbangan dari berbagai pihak,” cerita Adharta Ongkosaputra, salah satu aktivis Lingkungan Keluarga Kudus. Selain untuk membantu warga masyarakat dalam memperoleh konsumsi dan perlengkapan Lebaran, pasar murah disebutkan Handi sebagai wujud kepedulian anggota Lions Club Tomang Sejati dan warga Lingkungan Keluarga Kudus di Paroki Santo Kristoforus Jakarta, bagi warga sekitar yang mengharapkan kegembiraan lebaran,” lanjut Adharta, yang aktif di Lions Club Tomang Sejati .

”Ucapan terima kasih kepada semua pihak khususnya para donatur acara ini,” ujar Handi, Ketua Panitia Pelaksana.

Selain menjual sejumlah barang kebutuhan pokok, panitia juga menyediakan gerai-gerai pakain, elektronik, hiburan, dan teknologi. Semua barang itu berasal dari warga Lingkungan Keluarga Kudus dan sumbangan partisipasi dari umat dan warga yang memiliki kepedulian bagi kemanusiaan demi kerukunan.

Kegiatan berlangsung hingga Minggu (14/8/2011).  Aktivitas ini merupakan aktivitas ke sembilan kalinya. Diselenggarakan setiap tahun pada bulan Ramadhan atas inisiatif dari umat, oleh umat dan untuk warga masyarakat yang merayakan Ramadhan. Lions Club Indonesia pun melakukan hal serupa di seluruh Indonesia pada bulan Ramadhan. “Semua Lions Club di Indonesia giat bekerja selama bulan Ramadhan demi membangun kemanusiaan di berbagai kalangan,” ujar Dokter Susanto, Ketua Lions Club Indonesia. (Lelo Yosep)

Vikjen KAJ : DP/PGDP Disempurnakan dengan Proses

This slideshow requires JavaScript.

Vikaris Jenderal  Keuskupan Agung Jakarta (Vikjen KAJ), Romo Yohanes Subagyo Pr, mengajak seluruh umat Paroki Kristoforus Grogol, bergembira bersama umat Katolik Universal, berkaitan dengan upacara Beatifikasi Yohanes Paulus II, pada Minggu (1/5/2011). Kehadiran Vikjen KAJ berkaitan dengan misa pelanntikan Dewan Paroki/ Pengurus Gereja dan Dana Papa (DP/PGDP) periode 2011-2014. Beatifikasi Yohanes Paulus II bertepatan dengan Hari Buruh Internasinal (diperingati setiap tanggal 1 Mei) 2011.

Dalam homilinya, Romo Yohanes Subagyo Pr, bertolak dari pengalaman kongkrit susahnya mencari pengurus dewan paroki. Pengalaman serupa, menurutnya, terjadi juga pada para murid Yesus.  ”Mereka merasa diri tidak berbakat, tapi justru mereka dipilih oleh Yesus sendiri,” ujar Romo Bagyo, yang menjadi anggota pembina Majalah Mingguan HIDUP. ”Dalam proses pelayanannya, para murid itu disempurnakan dengan berbagai karunia oleh Yesus sendiri,” lanjutnya dengan tegas.

DP/PGDP adalah para pemimpin umat. Pemimpin Jemaat Perdana, menurut Romo Bagyo, bukanlah orang-orang hebat, tetapi sekumpulan orang ketakutan karena trauma dengan peristiwa kehidupan Yesus. ”Petrus, misalnya, pernah dikatain sebagai iblis oleh Yesus sendiri lantaran ia menolak kehendak Allah,” jelas Romo Bagyo, yang mengajar  Tafsir Kitab Suci di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta.

Dalam konteks, keragu-raguan para murid dan DP/PGDP periode 2011-2014, sebenarnya Yesus sendiri menjajikan Roh Kudus hadir dalam setiap karya kita. ”Roh Kudus adalah Roh Tuhan sendiri yang mendengarkan kita setiap hari,” tegas Romo Bagyo. ”Apalagi Tuhan berkarya dalam hal-hal biasa seperti para murid yang sedang bekerja atau menangkap ikan,”lanjutnya.

Berdasarkan Surat Keputusan Bapak Uskup Agung Jakarta No.134/3.14.4.21/2011 tanggal 30 Maret 2011, telah diangkat Pengurus DP/PGDP Paroki Santo Kristoforus periode 2011-2014 dengan susunan personalia sebagai berikut : Ketua Umum Pastor Yohanes Purwanta, MSC;  Ketua I Pastor Cornelius Jamlean, MSC;  Ketua II Pastor Joseph Ohoiledwarin, MSC; Wakil Ketua Umum  Dionisius Beno Yasin;  Sekretaris I Cosmas Christanmas;  Sekretaris II Elisabeth Fransisca Piina Musawan; Bendahara I Antoinette Lily Widjaja; Bendahara II  Emilia Catharine Amelia Chandra;  sedangkan anggota  berturut-turut adalah  Mohammad Hanafin (Johanes Davis),  Felicianus Ridwan Tjahjawidya,   Stefanus Yonas Hendra Gunawan Hasan,   Bonifasius Fransiskus Goana,  dan Thomas Setiadi.

Sementara sehari sebelumnya, Sabtu (30/4/2011) Ketua Umum DP/PGDP Paroki Santo Kristoforus Pastor Yohanes Purwanta MSC melantik Dewan Stasi Santo Polikarpus dalam Misa Pelantikan di Gereja Stasi Santo Polikarpus Grogol. Berdasarkan Surat Keputusan DP/PGDP Paroki Santo Kristoforus, susunan personalia Pengurus Dewan Stasi Santo Polikarpus sebagai berikut : Ketua  Martha Haryanti Gunawan; Wakil Ketua Alexander Setiawan Basuki; Sekretaris I Stefanus Sudjito Hadipradja;  Sekretaris II Daisy Karnali; Bendahara I Hermanto Gunadi, Bendahara II Laurentius Wibisono T.; Koordinator Seksi Liturgi Leony Indriyati;  Koordinator Suk Seksi Putra Altar Yohanes Fernandes;  Koordinator Seksi Prodiakon Damianus Edhie Sugiarto; Koordinator Seksi HAK F.X. Dhono Wibowo;  Koordinator Seksi Keamanan A. Indro Sutikno;  Koordinator Seksi Sarana Prasarana Johanes Juwono H.; Koordinator Seksi Rumah Tangga Tuti Sutedja;  Koordinator Seksi OMK Surianto Rustam, dan Koordinator Seksi Sosial Martinus Suhendar.  (Lelo Yosep)

Categories: Humaniora

Konektivitas Informasi Kombas Lingkungan

April 25, 2011 Leave a comment

This slideshow requires JavaScript.

“Lingkungan adalah sumber data,” kata Pastor Yohanes Purwanta MSC. Hal itu dikemukakannya saat menjadi fasilitator pendidikan dan pelatihan pengurus  lingkungan dari Wilayah Grogol I-II di PuspanitaBogor(26/03/11). Sebagai sumber data, menurutnya, lingkungan sekaligus arena transformasi iman, harapan dan pelayanan umat. “Tranformasi pastoral gembala baik di Jakarta tak terpisahkan dari sumber informasi dari, untuk, dan oleh lingkungan,” lanjutnya.

Untuk memahami arti informasi bagi transformasi lingkungan, mari kita berbicara komunitas basis (kombas) dalam bahasa sederhana. Kombas adalah suatu proses pemberdayaan komunikasi melalui orang-orang di teritori tertentu yang terjangkau demi partisipasi dalam ritus iman, membangun harapan, dan agenda pelayanan antar mereka.  Pastoral gembala baik mau menjangkau mereka, yang terputus dari komunikasi kombas itu. Selama ini, mereka telah kehilangan perhatian kekeluargaan dari sesama umat beriman.

Data sebagai sumber informasi memungkinkan orang terjangkau oleh warga lingkungannya. Sebab, komunikasi antarumat lingkungan adalah proses satu-satunya di mana orang-orang mendapat akses sebagai partisipan kombas di lingkungannya.

Hal itu mengandaikan bahwa kombas membutuhkan sumber daya pengurus lingkungan untuk memperbaiki kualitas komunikasi antarwarga lingkungan. Pelatihan pengurus lingkungan ini merupakan upaya Dewan Paroki Harian Santo Kristoforus untuk konsolidasi komunikasi antara paroki dan warga lingkungan. Agenda pengurus lingkungan setelah pelatihan ini adalah melakukan pemeriksaan komunikasi antarumat, yaitu menganalisis cara orang-orang berinteraksi dalam lingkungannya masing-masing. Semakin intens orang berkomunikasi, semakin aktif mereka dalam berbagai aktivitas lingkungan. Sedangkan tujuan pelatihan pengurus lingkungan ini secara umum adalah untuk memastikan bahwa orang terus menyadari pentingnya berinterkasi satu sama lain dengan efektif melalui komunikasi. (Lelo Yosep)

Categories: Humaniora

Berani Menjadi Lingkungan Progresif

March 14, 2011 Leave a comment

This slideshow requires JavaScript.

DP/PGDP Paroki Santo Kristoforus menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan (Diklat) bagi semua pengurus lingkungan periode 2011-2014. Gelombang pertama  adalah peserta dari Wilayah Tanjung Duren A (Santo Nikolaus) dan Wilayah Tanjung Duren B (Santo Alfonsus Maria de Liguori). Pelaksanaan Diklat berlangsung di Wisma Puspanita, Bogor, Jawa Barat, 12-13 Maret 2011. Semua peserta berusia paruh baya ke atas. Tiga topik pokok diklat itu adalah Spritualitas Kristiani dalam Karya dan Pelayanan, Dinamika Komunitas Basis (Kombas),  dan Pastoral Berbasis Data.

Pembukaan kali ini oleh calon Wakil Ketua DP/PGDP 2011-2014 Dionisius Beno Yasin. Spiritualitas Kristiani dalam Karya dan Pelayanan dibawakan oleh Pastor Joseph Ohoiledwarin MSC. Dinamika Kombas Teritorial dihadirkan oleh Tim Kombas Paroki Santo Kristoforus, yang dipimpin oleh Liria Tjahaja. Lalu, Pastoral Berbasis Data disajikan oleh Calon Sekretaris I DP/PGDP 2011-2014 Cosmas Christanmas.

Pengurus Lingkungan : Urat Nadi Gereja

Pastor Joseph MSC, dalam presentasinya, bertolak dari visi dan misi Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), untuk menemukan benang merah spiritualitas dan realitas dalam lingkungan masing-masing. Kesetiaan, menurut Pastor Joseph MSC, adalah inti visi dan misi KAJ di  kota metropolitan dan multikultural seperti Jakarta. Kesetiaan sebagai murid Yesus dan kesetiaan sebagai utusan-Nya.  ”Pengurus lingkungan bertanggung jawab agar warganya tetap setia sebagai murid Yesus dan sebagai saksi Kristus dalam tugas dan karyanya masing-masing,” tegas pastor asal Ambon ini.  ”Sebab, kehadiran pengurus lingkungan merupakan makna kehadiran Gereja di antara umat dalam masyarakat,” lanjut Pastor Joseph MSC, yang sehari-harinya sibuk sebagai Ketua Yayasan Diannanda yang mengelola Persekolahan Santo Kristoforus I-II.

Spritualitas pelayanan pengurus lingkungan bersumber pada makna pengorbanan Kristus. Setiap pengorbanan Kristus menciptakan pembebasan dalam masyarakat-Nya. Umat Kristiani bisa merasakan dan menimba kekuatan pengorban itu dalam Ekaristi. ”Liturgi Ekaristi adalah Liturgi Kehidupan,” ujar Pastor Joseph bersemangat. ”Kasih yang tulus selalu membebaskan orang lain dari ketakberdayaan. Itu kita temukan dalam Ekaristi dan dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.

Oleh karena itu, kepemimpinan pengurus lingkungan mempunyai tugas pemberdayaan umat. Efisiensi dan efektivitas pemberdayaan umat  mengandaikan keakuratan data dari umat, oleh umat dan untuk umat.  ”Data merupakan fondasi pemberdayaan berkelanjutan dari umat, oleh umat, dan untuk umat, karena data selalu berkaitan dengan model perumusan strategi pastoral dan implementasinya dalam aktivitas sehari-hari,” tegas Cosmas, yang bertahun-tahun berkecimpung dalam pendataan sebuah perusahaan swasta.

Empat faktor Kombas

Kombas merupakan infrastruktur  bagi karya pengurus lingkungan. Sebab, pengurus lingkungan berfungsi sebagai katalisator untuk mengembangkan iman, harapan dan pelayanan seluruh warga lingkungannya. Semakin kuat konsolidasi pengurus lingkungan, semakin nyata kehadiran kombas di tengah umat. Semakin aktif kombas di lingkungan, semakin nyata kesaksian lingkungan sebagai komunitas inklusif.

Melalui diskusi intensif peserta, Tim Kombas Paroki Santo Kristoforus menemukan sejumlah kendala dinamika kombas selama ini. Sejumlah masalah ini menciptakan gap antara apa yang diharapkan dan kejadian di lingkungan. Problem itu antara lain : sikap eksklusif pengurus lingkungan, amburadulnya pola pemberdayaan, kompleksitas pekerjaan warga lingkungan, keterbatasan waktu karena kesibukan, mismanajemen program paroki di lingkungan, dan lemahnya sistem pemberdayaan warga lingkungan.

Ditemukan pula problem klasik di Wilayah Tanjung Duren A dan Wilayah Tanjung Duren B, yaitu minimnya partisipasi kaum ayah dan rendahnya minat kaum muda dalam berbagai aktivitas lingkungan. Ada beberapa solusi melalui diskusi.

Pemberdayaan mudika membutuhkah antara lain : diferensiasi program bagi SMP-SMA-Mahasiswa, menciptakan program berkelanjutan, dan program kegiatan dikemas dalam paket edutainment. Sedangkan pemberdayaan kaum ayah bisa melalui dialog berkelanjutan dan kepengurusan dalam berbagai acara di lingkungan.

Akselerasi Kombas, menurut Liria Tjahaja, tergantung pada empat faktor fundamental. ”Empat faktor kombas modern seperti di Jakarta ini adalah kesetaraan, dialog, partisipasi, dan komitmen untuk bertanggung jawab,” tegas staf pengajar di Universitas Atma Jaya Jakarta ini.

Saling Pacu

Sinergi semua rencana dan aktivitas pastoral di lingkungan bersumber pada ketersediaan informasi dan data. Semakin akurat informasi dan data umat semakin sempit gap antara rencana dan problem lingkungan. Inilah yang melatarbelakangi mengapa data umat menciptakan dinamika dalam konteks tertentu. ”Kalau orangnya hidup, maka datanya juga dinamis,” ujar Cosmas bersemangat. ”Updating data warga mau tak mau harus berkelanjutan oleh sekretariat paroki dan pengurus lingkungan,” lanjutnya. Konsolidasi pendataan, menurut Cosmas, sesungguhnya terletak pada kerja sama pengurus lingkungan. ”Pengurus lingkungan merupakan urat nadi komunikasi antara sekretariat paroki dan warga paroki soal akurasi data umat,” ujarnya.

Jadi, pengurus lingkungan berfungsi sebagai falitator dan katalisator utama dalam rantai pelayanan Gereja  paroki kepada umatnya. Semakin progresif pengurus lingkungannya, semakin terintegrasi program pastoral parokinya. (Lelo Yosep)