Home > Humaniora > Kolaborasi Amal Artis Singapura dan Indonesia

Kolaborasi Amal Artis Singapura dan Indonesia

Para Artis The Power of Dreams

Paroki Santo Kristoforus Jakarta memaknai solidaritas kemanusiaan untuk menggalang dana bagi Panitia Pembangunan Gereja Stasi Santo Polikarpus Jakarta dengan recital piano bertema The Power Dreams. Recital piano yang dimeriahkan oleh artis Singapura dan Indonesia itu berhasil diselenggarakan di Hotel Borobudur Jakarta pada 8 Agustus lalu. Antusiasme panitia melakukan sosialisasi telah membangkitkan kepedulian para artis muda dari dua negara sahabat ini.

Artis Singapura

Bintang tamu recital piano The Power of Dreams ini adalah Maestro Piano Sylvia Ng. Perempuan murah senyum ini mendapatkankan gelar sarjana dan masternya di bidang musik, khususnya piano dari University of Redlands, USA. Ia mendapatkan supervisi langsung dari Profesor Luvane Fucis Lang dan mendapatkan nilai dengan degree suma cum laude. Ia mulai belajar musik pada usia 8 tahun. Pada umur 13 tahun, ia menjuarai kompetisi se-Jakarta. Tiga bulan kemudian, ia menjuarai Young Artist Competition. Ia lahir di Indonesia dan bermigrasi ke Amerika Serikat bersama orangtuanya. Karier Silvia sebagai pianis sangat cemerlang. Ia kerap menjadi juara pertama dalam berbagai kejuaraan bergengsi seperti : High Desert Symphony Concert Competition, University of Redlands Concerto Competition, Redland Bowl Competitions, Rio Hondo Young Artist Competition, Cypress Collage Competition, Most Outstanding Student dan Most Oustanding Performer. Ia juga menjadi anggota komunitas bergengsi ”Pi Kappa Lamda” dan ”Sigma Alpha Lota”

Berikut adalah Celene dan Celeste Chua bersaudara. Mereka sedang menuju ke tingkat 8 di Associated Board of Royal School of Music (ABRSM), di bawah asuhan Sylvia Rondonuwu-Ng Piano Studio di Singapura. Celene Chua, yang kelahiran Singapura, kini berusia 9 tahun.  Ia mulai belajar piano pada usia 6 tahun dan menyelesaikan tingkat 1-5 ujian ABRSM Practical Piano hanya dalam waktu 2,5 tahun. Pada usia 7 tahun, ia juga menyelesaikan teori tingkat 5. Celeste Chua, yang berusia 7 tahun, mengikuti jejak kakaknya belajar piano sejak usia 5 tahun. Pada usia 6 tahun, ia menjadi salah satu murid termuda Singapura, yang menerima ABRSM tingkat 5 lalu tingkat 5 Theory Examinations. Chua bersaudara telah tampil pada konser seperti ”30th Bi-Annual Piano Recital” oleh Silvia Ng Piano Studio. Pada Februari 2010, Chua bersaudara tampil di Primary School Anniversary Celebration.

Artis Indonesia

Ada empat artis Indonesia, yaitu Rene Duke Sinclair,  Clarissa Tamara,  Elisa Rudyanto , dan Samuel Dharmawan.

Rene Duke Sinclair mulai mengenal piano dan seni sejak usia 3 tahun dan belajar piano di Sekolah Musik YASMI pada usia 7 tahun.  Tahun 1984 ia dianugerahi “Pass With Distinction” dari The Associated Board of The Royal Schools of Music. Ia juga mendapatkan berbagai penghargaan di tanah air seperti  For a Refined Interpretation ‘The Snow is Dancing’ by C.Debussy dan For an Inspiring  Performance of Scherzo No.2 Opus 31 by F. Chopin.

Clarissa Tamara adalah violist berusia 10 tahun. Ia menyukai biola sejak usia 3 tahun dan mulai mempelajarinya pada usia 4 tahun. Sebelum usia 10 tahun, Clarissa sudah menghasilkan 2 album, yaitu Clarissa Tamara ‘8’ awal tahun 2008 pada saat Clarissa berusia 8 tahun dan Clarissa Tamara ‘9’ Gifts of Christmass, yang merupakan album Natal yang dikeluarkannya pada akhir tahun 2008 pada saat ia memasuki usia 9 tahun. Clarissa juga menjadi pemenang AMI AWARD 2009.

Elisa Rudyanto mulai belajar piano sejak usia 6 tahun.  Ia banyak tampil dalam konser piano, baik solo maupun duet, di Jakarta dan Singapura. Elisa menguasai piano klasik dan jazz. Setelah lulus universitas di Indonesia, ia pindah ke Singapura dan mengajar di Sylvia Ng Piano Studia.  Ia telah lulus tingkat 8 ABRSM. Ia juga aktif dalam paduan suara di Gereja Good Shepherd Chatedral, Singapura.

Terakhir adalah Samuel Dharmawan. Tahun 2004 menjadi juara I Akademi Fantasi Indosiar (AFI), tahun 2003 menjadi juara III Vokal Group Indomaret, dan tahun 2002 menjadi juara II Vokal Group Indomaret. Sekarang Samuel aktif membuat album rohani dan kompilasi. Tahun 2004, ia melahirkan album kompilasi Salam Bagi Sahabat. (Lelo Yosep)

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: